AltarNews.Com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandar Lampung meningkatkan patroli dan pengawasan ketertiban umum selama bulan Ramadan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai fenomena sosial yang kerap muncul di ruang publik.
Fenomena tersebut antara lain manusia gerobak, manusia karung, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih ditemukan berkeliaran di sejumlah ruas jalan kota.
Kepala Satpol PP Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi mengatakan, patroli dilakukan secara intensif sejak pagi hingga sore hari di sejumlah titik yang ramai aktivitas masyarakat.
Beberapa ruas jalan protokol seperti kawasan Jalan Diponegoro, Malahayati, dan Yos Sudarso menjadi fokus pengawasan petugas.
Menurutnya, dari hasil patroli tersebut, petugas masih menjumpai cukup banyak manusia gerobak dan manusia karung yang beraktivitas di jalan.
Keberadaan mereka dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum, terutama di kawasan yang memiliki lalu lintas padat.
“Dalam patroli yang kami lakukan dari pagi sampai sore hari, masih ditemukan aktivitas manusia gerobak dan manusia karung di beberapa ruas jalan,” ujarnya.
“Sebagian sudah kami tertibkan dan selanjutnya dibawa ke panti milik pemerintah di wilayah Hanura,” sambungnya.
Selain melakukan penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), Satpol PP juga menangani keberadaan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
ODGJ tersebut ditemukan di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.
Penanganan dilakukan baik berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil temuan petugas di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa setiap ODGJ yang ditemukan di jalan akan segera diamankan untuk kemudian dibawa ke tempat penanganan yang telah disiapkan pemerintah.
“ODGJ yang kami temukan atau yang dilaporkan masyarakat akan segera kami evakuasi,” jelasnya.
“Selanjutnya mereka dibawa ke Panti Sinar Jati di Kecamatan Kemiling agar mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan patroli selama Ramadan dilakukan untuk memastikan kondisi kota tetap tertib dan kondusif.
Langkah ini dilakukan terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat pada bulan tersebut.
Pengawasan juga tidak hanya difokuskan pada siang hari.
Satpol PP menerapkan pembagian jadwal patroli agar pengawasan dapat berlangsung hingga malam hari.
Pada pagi hingga sore hari, kegiatan difokuskan pada penertiban PMKS di jalanan.
Sementara pada malam hari, pengawasan dilanjutkan oleh Tim Trantibum Sosial yang memantau potensi gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi perhatian pada malam hari antara lain kenakalan remaja seperti perang sarung.
Selain itu, aktivitas tempat hiburan malam yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban juga menjadi perhatian.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga ketertiban lingkungan selama Ramadhan.
Dirinya mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama setelah pelaksanaan salat tarawih.
“Orang tua kami harapkan dapat mengawasi anak-anaknya dengan lebih baik agar tidak terlibat dalam aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban, khususnya pada malam hari,” katanya.






