Perang Sarung Bikin Resah, Polisi dan Pemkot Bandar Lampung Bentuk Tim Khusus, Ini Langkah Tegasnya

Oplus_131072

AltarNews.Com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung bersama Polresta setempat sepakat memberantas perang sarung di bulan suci Ramadan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana bersama Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, menanggapi keresahan warga terkait fenomena ‘perang sarung’ yang kerap mewarnai Ramadan.

Langkah tegas ini diambil untuk memastikan kekhusyukan ibadah masyarakat tidak terganggu.

Aksi anarkis kelompok remaja kerap memanfaatkan waktu menjelang sahur untuk berbuat onar.

Eva menginstruksikan seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga RT untuk membentuk satgas gabungan.

Tim ini terdiri dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT, Kepala Lingkungan (LK), Linmas, lurah, hingga camat.

“Semua harus turun ke lapangan! Saya perintahkan tim satgas untuk tidak ragu melakukan interogasi jika melihat kerumunan atau hal mencurigakan saat operasi keliling,” tegas Bunda Eva.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi buah hatinya.

Menurutnya, banyak orang tua tidak menyadari anaknya terlibat aksi berbahaya di luar rumah.

“Jika ditemukan kejanggalan, tim kami akan langsung menginterogasi dan melaporkannya ke pihak kepolisian terdekat jika terbukti ada pelanggaran,” tambahnya.

Di sisi lain, Kombes Pol Alfret Jacob Tilukay, menginformasikan video fenomena ‘perang sarung’ sempat memicu kepanikan warga di salah satu kecamatan.

Menurut Kombes Pol Alfret, tim khusus yang dibentuk kepolisian sebenarnya telah bergerak cepat di lapangan sebelum aksi meluas.

“Kejadiannya hanya sebentar. Itu pertemuan tidak sengaja, dan saat petugas (Babinsa) tiba di lokasi, massa langsung membubarkan diri,” kata Kombes Pol Alfret.

“Sayangnya, warga sudah terlanjur memviralkannya,” lanjutnya.

Kombes Pol Alfret juga memastikan hingga saat ini tidak ada laporan korban luka maupun kekerasan fisik.

Berdasarkan laporan dari seluruh Kapolsek jajaran, kondisi keamanan di Kota Tapis Berseri masih sangat terkendali.

Lebih lanjut, Kombes Pol Alfret menyampaikan beberapa poin utama dalam mengantisipasi keamanan Ramadan.

Patroli skala besar difokuskan pada jam-jam rawan, terutama menjelang waktu sahur.

Satgas berwenang memeriksa identitas dan tujuan remaja yang berkumpul mencurigakan.

Pelanggar ketertiban umum akan langsung diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Warga diimbau segera melapor melalui layanan call center kepolisian atau perangkat kelurahan jika melihat pergerakan remaja berpotensi tawuran.

Sebagai informasi, Satpol PP Kota Bandar Lampung memperketat pengawasan wilayah untuk mengantisipasi aktivitas remaja berisiko.

Kepala Satpol PP Kota Bandar Lampung Ahmad Nurizki Erwandi mengungkapkan, pihaknya kini memasifkan patroli malam di titik rawan kerumunan anak muda.

“Kami memasifkan patroli malam, khususnya untuk mencegah aktivitas remaja berisiko saat Ramadan,” jelas Nurizki.

“Pencegahan perang sarung antarremaja menjadi salah satu fokus utama,” sambung Nurizki.

Beberapa kawasan yang menjadi atensi khusus petugas meliputi area sekitar Kantor Kecamatan Enggal.

Selain itu, jalur menuju Kantor Gubernur hingga wilayah Kedaton juga menjadi prioritas pengawasan.

Di lokasi-lokasi ini, petugas akan melakukan pemantauan. Remaja akan diimbau membubarkan diri jika kedapatan berkumpul melewati batas waktu wajar.

Nurizki menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif dan edukatif. Pendekatan tersebut bukan sekadar penertiban kaku.

“Situasi ini perlu perhatian serius agar tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban umum. Petugas mengedepankan langkah pencegahan dengan memberi pemahaman pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Satpol PP tidak bergerak sendiri, melainkan berkolaborasi dengan Polresta Bandar Lampung melalui Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta perangkat pamong setempat.

Namun, Nurizki menekankan bahwa kunci utama pencegahan ada di tangan keluarga.

Nurizki juga meminta orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya agar tidak keluar rumah hingga larut malam.

“Perbanyak ibadah atau istirahat yang cukup di rumah. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak, khususnya pada malam hari,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *