AltarNews.Com- Dinas Pangan Kota Bandar Lampung memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah ibukota Provinsi Lampung ini tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat saat bulan suci ramadan.
Hal ini dikarenakan lancarnya arus pasokan dari berbagai daerah penyangga di sekitar Bandar Lampung.
Kepala Dinas Pangan Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo melalui Ni Made Ayu Kumala Dewi Sekretaris Dinas Pangan Bandar Lampung, menjelaskan, Bandar Lampung sebagai pusat konsumsi sangat bergantung pada suplai komoditas dari kabupaten tetangga. Namun, koordinasi dan kondisi distribusi hingga saat ini terpantau sangat baik.
“Kita banyak disuplai untuk sayur-mayur itu dari Metro, Lampung Selatan, dan Pesawaran. Sementara untuk produk beras, kita mendapat pasokan dari Pringsewu dan Lampung Tengah,” ujar Ayu.
Menariknya, Ayu menyebutkan bahwa adanya perbedaan jadwal atau kalender tanam di setiap daerah penyangga justru menjadi keuntungan tersendiri bagi stabilitas pangan di Bandar Lampung.
“Meskipun kalender tanam di masing-masing daerah penyangga ini berselisih hari, itu justru menjadi jaminan keberlangsungan pasokan. Jadi, tidak ada kekosongan stok di pasar-pasar kita,”jelas Ayu.
Berdasarkan data pemantauan di lapangan, sambung Ayu,sejumlah pasar besar di Bandar Lampung seperti Pasar Induk Pasir Gintung dan Pasar Karang Anyar (Lampung Selatan) terus beroperasi optimal selama 24 jam dalam menyuplai sayur-mayur ke pasar-pasar yang lebih kecil.
Terkait beberapa komoditas yang didatangkan dari luar Lampung, seperti cabai rawit gunung, cabai merah keriting, dan bawang merah dari Pulau Jawa, Ayu menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir jika terjadi fluktuasi harga di sana.
“Kalau pun ada produk dari Jawa yang harganya tinggi, kita masih memiliki stok bawang lokal sebagai alternatif. Jadi, stok pangan kita aman,”jelasnya.
Ayu juga menyampaikan, untuk menekan kenaikan harga komoditas yang sulit dikendalikan seperti cabai dan bawang merah, Pemkot melalui Dinas Perdagangan telah menyiapkan jadwal Operasi Pasar.
Rencananya, operasi pasar ini akan dilaksanakan dalam tiga periode secara serentak di 20 kecamatan di seluruh Bandar Lampung.
Selain itu, ada pula program gerakan pangan murah dan bazar yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pertanian dan Bank Indonesia.






