Dinkes Bandar Lampung Intensif Pantau Kesehatan Siswa Pasca-Insiden Menu MBG di Kemiling

Oplus_131072

AltarNews.Com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan ratusan siswa di Kecamatan Kemiling yang mengalami gangguan pencernaan massal.

Gangguan pencernaan massal terjadi pasca-pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada, Rabu, 13 Februari 2026 lalu.

​Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung Muhtadi Arsyad Tumenggung memastikan bahwa pihaknya terus bergerak cepat melakukan pendampingan medis.

Hingga Sabtu, 14 Februari 2026, pemantauan intensif terus dilakukan terhadap para siswa, guru, hingga orang tua yang terdampak.

​Berdasarkan data terkini, Dinkes mencatat penyebaran dampak di tiga sekolah dengan rincian sebagai berikut

– ​SDN 4 Sumberjo: 77 siswa dan 10 orang dewasa (mayoritas dalam masa pemulihan mandiri/rawat jalan).

– ​SD Al Munawaroh: 64 siswa dan 12 orang dewasa (5 orang mendapatkan perawatan intensif).

– ​SMPN 14 Bandarlampung: 43 siswa (6 orang dirawat di RS/Puskesmas, sisanya rawat jalan).

​”Fokus utama kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang tepat hingga benar-benar pulih,” ujar Muhtadi pada Minggu, 15 Februari 2026.

“Petugas Puskesmas Kemiling dan Bringin Raya terus memantau perkembangan mereka di lapangan,” sambungnya.

“Data kami menunjukkan bahwa tempat pengolahan tersebut belum mengantongi SLHS karena ada beberapa standar teknis yang masih harus dipenuhi,” jelasnya.

“Oleh karena itu, rekomendasi izin belum diterbitkan,” sambungnya.

​Pihak Dinkes kini tengah menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan sisa makanan untuk memastikan apakah kendala berasal dari bahan baku atau proses pengolahannya.

​Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan publik, Dinkes telah menginstruksikan langkah-langkah strategis.
Pertama, Pendampingan Berkala: Puskesmas setempat diminta proaktif memantau kondisi fisik korban rawat jalan.

Kedua, Audit Proses Pengolahan: Investigasi menyeluruh terhadap alur produksi makanan di SPPG terkait.

Ketiga, ​Penguatan Standar Keamanan: Mendorong seluruh penyedia jasa boga untuk melengkapi perizinan kesehatan sebelum beroperasi penuh.

​Insiden ini menjadi momentum bagi semua pihak untuk lebih memperketat pengawasan demi memastikan program mulia seperti Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi generasi muda di Bandar Lampung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *