Wali Kota Eva Dwiana Soroti Lambatnya Pembangunan Jembatan H. Komarudin

AltarNews.com – Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana menyampaikan kekecewaannya terhadap lambatnya progres pembangunan Jembatan H. Komarudin di Kecamatan Rajabasa, Minggu (23/11).

Proyek ini merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Bandarlampung dengan Kabupaten Lampung Selatan dan telah lama dinantikan masyarakat.

Dalam peninjauan langsung beberapa waktu lalu, Eva Dwiana melihat kondisi pekerjaan di lapangan dan menilai progres masih jauh dari target yang ditetapkan.

“Jujur, Bunda kecewa karena perkembangan pekerjaan masih sangat jauh dari ekspektasi,” ujarnya.

Eva menegaskan pembangunan jembatan bukan hanya persoalan teknis semata. Keterlambatan proyek telah berdampak pada mobilitas warga, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat sekitar yang terganggu.

“Pembangunan bukan hanya soal beton dan besi. Ini terkait kenyamanan warga, kemudahan mobilitas, dan masa depan kota kita,” katanya.

Wali kota meminta seluruh pihak yang terlibat—kontraktor, pengawas, hingga dinas terkait—untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kinerja. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pihak yang saling menunggu atau melepaskan tanggung jawab.

“Bunda berharap semua bisa bekerja lebih maksimal. Kerja harus cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain melihat aspek teknis, Eva juga memahami keresahan warga yang sudah lama menunggu jembatan tersebut kembali berfungsi. Akses yang terbatas dan lalu lintas yang kerap tersendat disebut membuat masyarakat harus bersabar cukup lama.

“Untuk masyarakat yang sudah lama menunggu, terima kasih atas kesabarannya. Bunda tahu ini bukan situasi yang mudah,” ujarnya.

Eva memastikan Pemkot Bandar Lampung akan terus memantau perkembangan proyek hingga selesai dan dapat dimanfaatkan publik. Ia menegaskan komitmen bahwa pembangunan kota harus berpihak pada kebutuhan warga, bukan sekadar memenuhi dokumen perencanaan.

“Bunda akan terus memantau sampai jembatan ini benar-benar bisa digunakan dan memberi manfaat bagi semua,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Eva mengingatkan bahwa pembangunan kota membutuhkan kerja bersama. Ia mengajak semua pihak untuk kembali fokus pada tujuan utama: menghadirkan pembangunan yang nyata dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kita bangun kota ini bersama dengan niat baik dan kerja nyata. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan,” tutupnya.

“Kalau kerja itu sesuai aturan. Tanah liat ini kan gampang gembur ke bawah, jadi harus dikasih jaring-jaring besar di bawahnya supaya nggak amblas. Ada caranya, tinggal ikuti aturan yang benar,” ujarnya.

Selain mengkritisi kualitas pekerjaan, Bunda Eva juga menyoroti desain jembatan yang dianggap terlalu menjorok ke badan sungai.

Kondisi ini, menurutnya, dapat menimbulkan bahaya baru ketika curah hujan tinggi dan air sungai meluap. Ia khawatir pembangunan yang tidak memperhitungkan aliran sungai justru menimbulkan pengikisan di sekitar pondasi jembatan.

“Kepalanya itu dibuang saja, ini terlalu banyak makan badan sungai. Kalau dibiarkan, nanti pas musim hujan air naik bisa ngikis ke bawah. Cepat perbaiki, jangan tunggu lama,” kata Bunda Eva dengan nada tegas.

Wali Kota juga meminta agar akses kendaraan warga tetap bisa digunakan selama proses perbaikan berlangsung. Ia menginginkan agar solusi sementara segera diterapkan agar mobilitas warga Rajabasa tidak terganggu.

“Perbaiki bagian yang rusak dulu, akalin juga supaya mobil tetap bisa lewat. Jangan sampai warga susah lewat gara-gara perbaikan yang lama,” tambahnya.

Dirinya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen untuk memastikan setiap proyek pembangunan dikerjakan dengan baik, sesuai aturan, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Pihaknya juga akan terus memantau agar pembangunan di kota ini berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat bagi warga. (zld)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *