Pemkot Bandar Lampung Akan Memberikan Saknsi Pedagang Pasar Jelang Idulfitri, Nekat Oplos Daging

AltarNes.Com – Bandarlampung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memastikan peredaran bahan pokok di pasar tetap diawasi menjelang Idulfitri, terutama komoditas daging yang banyak dibutuhkan masyarakat saat hari raya.

Langkah pengawasan dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan seperti peredaran daging campuran yang dapat merugikan konsumen di pasar-pasar Kota Bandar Lampung.

Kepala Dinas Perdagangan Bandar Lampung Erwin mengatakan, pengawasan dilakukan melalui Satgas Pangan yang melibatkan sejumlah instansi di lingkungan pemerintah daerah.

Satgas tersebut dipimpin Sekretaris Daerah dengan anggota dari Dinas Pangan, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan untuk memantau distribusi serta harga bahan pokok.

“Pengawasan terhadap bahan pokok terus dilakukan melalui Satgas Pangan yang memantau kenaikan harga sekaligus memastikan peredaran bahan pokok tetap terkendali,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.

Erwin menjelaskan, pengawasan khusus komoditas daging umumnya dilakukan oleh Dinas Pertanian karena instansi tersebut membidangi sektor peternakan.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menemukan praktik pencampuran daging di pasar-pasar Kota Bandar Lampung.

“Sampai saat ini alhamdulillah tidak kita temukan namanya daging oplosan,” katanya.

Ia juga menegaskan pedagang daging sapi dan pedagang daging babi diwajibkan berjualan di tempat yang terpisah untuk mencegah potensi pencampuran produk.

“Memang khusus untuk daging sapi dan daging babi tempat dagangnya harus dipisahkan,” jelasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pedagang yang mencampur daging sapi dengan jenis daging lain yang tidak halal.

Erwin menegaskan apabila pelanggaran tersebut ditemukan maka kasusnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan.

“Kalau sampai itu terjadi tentu akan diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk dilakukan tindakan hukum karena itu sudah melanggar,” tegasnya.

Ia menambahkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan biasanya meningkat menjelang Idulfitri, namun hingga kini harga berbagai komoditas masih relatif stabil.

Komoditas yang terus dipantau meliputi cabai, beras, gula, tepung, telur hingga daging guna memastikan ketersediaan stok tetap mencukupi.

“Menjelang Hari Raya Idulfitri memang biasanya harga pasti naik karena kebutuhan meningkat, tapi saat ini alhamdulillah harga masih stabil dan stok aman,” katanya.

Selain pengawasan pangan, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menggelar program pasar murah atau operasi pasar untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok lebih terjangkau.

Program tersebut telah dilaksanakan tiga tahap dan menjangkau 20 kecamatan di Kota Bandar Lampung dengan pelaksanaan terakhir pada Kamis, 12 Maret 2026.

Untuk pelaksanaan tiga tahap pasar murah tersebut, pemerintah kota mengalokasikan subsidi sekitar Rp400 juta untuk komoditas minyak goreng, beras, tepung, gula, dan telur.

Erwin menyebut masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi karena dapat membeli bahan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Melalui pengawasan pangan dan pelaksanaan pasar murah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri dengan lebih mudah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *