Efek Jalan Tol, Transportasi Umum di Lampung Selatan Kian Menghilang

AltarNews.com—LAMPUNG SELATAN—Warga Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan semakin sulitnya akses transportasi umum, khususnya pada jalur Panjang–Bandar Lampung–Kalianda, sejak beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni.

Kondisi ini dinilai meminggirkan masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

Iwan, warga Lampung Selatan, menyampaikan bahwa sejak arus utama transportasi dialihkan ke jalan tol, bus dan angkutan umum yang sebelumnya melayani rute Panjang hingga Kalianda kian jarang bahkan nyaris tidak ada.

“Dulu masih banyak bus dan kendaraan umum yang melintas dari Panjang, Bandar Lampung sampai Kalianda. Sekarang hampir tidak ada lagi. Sejak ada tol, semua langsung ke Bakauheni. Warga yang tidak punya kendaraan pribadi jadi kesulitan,” ujar Iwan, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, kebijakan pembangunan infrastruktur yang tidak diiringi dengan penataan layanan transportasi publik justru menciptakan ketimpangan akses bagi masyarakat kecil.

Ia menilai Pemerintah Provinsi Lampung belum memberi perhatian serius terhadap kebutuhan warga yang bergantung pada angkutan umum.

“Pemprov seolah lupa dengan masyarakat yang tidak punya transportasi pribadi. Setelah tol beroperasi, tidak ada solusi pengganti bagi warga yang biasa naik bus atau angkutan umum di jalur lama,” katanya.

Keluhan serupa juga dirasakan warga di sejumlah wilayah lain di Lampung Selatan, seperti Kalianda, Kota Dalam, Sidomulyo, dan sekitarnya, yang selama ini mengandalkan transportasi umum untuk aktivitas harian, mulai dari bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan.

Iwan menjelaskan, ketiadaan angkutan umum membuat warga terpaksa menggunakan jasa ojek dengan tarif mahal atau menumpang kendaraan lain, yang tentu memberatkan dari sisi ekonomi.

“Kalau mau ke Bandar Lampung sekarang harus pakai ojek atau mobil sewaan. Biayanya mahal. Ini sangat memberatkan, terutama bagi buruh, pedagang kecil, dan pelajar,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan menghadirkan kembali layanan transportasi umum yang terjangkau dan menjangkau jalur non-tol.

“Pembangunan itu memang penting, tapi jangan sampai masyarakat kecil terpinggirkan. Kami berharap ada kebijakan khusus, misalnya trayek bus reguler atau angkutan perintis untuk jalur Panjang–Kalianda dan wilayah Lampung Selatan lainnya,” tegas Iwan.

Warga berharap kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera tidak hanya mempercepat mobilitas kendaraan pribadi dan logistik, tetapi juga diimbangi dengan kebijakan transportasi publik yang inklusif, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.(Rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *