Altarnews.com—BANDAR LAMPUNG—Gelaran Bandar Lampung Expo 2026 tak hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pembangunan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
Selama sepekan pelaksanaan, nilai transaksi yang tercipta dalam kegiatan tersebut mencapai Rp3,1 miliar.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil akumulasi transaksi yang dilakukan para pelaku usaha selama penyelenggaraan Bandar Lampung Expo yang berlangsung sejak 17 hingga 24 Juli 2026.
“Alhamdulillah, selama pelaksanaan expo perputaran uang sudah mencapai sekitar Rp3,1 miliar. Angka ini berasal dari aktivitas transaksi para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut,” ujar Eva Dwiana, Jumat (24/7/2026) malam.
Menurutnya, nilai transaksi tahun ini menunjukkan tren positif dibandingkan pelaksanaan expo tahun sebelumnya yang mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp2,4 miliar.
Peningkatan tersebut dinilai menjadi indikator tumbuhnya aktivitas perdagangan sekaligus meningkatnya minat masyarakat terhadap produk lokal.
Eva menuturkan, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi penyumbang terbesar dalam perputaran ekonomi selama expo berlangsung.
Selain produk UMKM, sektor kuliner dan berbagai aktivitas pendukung lainnya juga ikut mendorong tingginya transaksi.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat dari ramainya kunjungan ke stan-stan pameran, tetapi juga tingginya pemanfaatan berbagai layanan publik yang disediakan pemerintah selama kegiatan berlangsung.
“Expo ini bukan sekadar pameran, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengakses berbagai pelayanan pemerintah sekaligus mengenal inovasi, potensi daerah, dan peluang investasi yang dimiliki Kota Bandar Lampung,” katanya.
Eva juga menilai berbagai rangkaian acara yang digelar, seperti pawai budaya, parade kendaraan hias, lomba kuliner khas Lampung, hingga kompetisi kue tradisional, turut memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Pemerintah Kota Bandar Lampung berharap keberhasilan penyelenggaraan Bandar Lampung Expo dapat menjadi momentum untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan Bandar Lampung Expo 2026 diikuti sebanyak 41 stan dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi pemerintah, serta sekitar 50 gerai UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan lokal.
Selain pameran produk, kegiatan tersebut juga menghadirkan layanan publik terpadu, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga konsultasi hukum bagi masyarakat.
“Bandar Lampung Expo menjadi wadah promosi pembangunan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” ujar Erwin.







