Altarnews.com—LAMPUNG SELATAN – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Lampung Selatan masih terpantau pada Minggu (6/9/2026) sore. Gunung api tersebut saat ini masih berstatus Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi (Magma-VAR) Badan Geologi melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau untuk periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, kondisi cuaca di sekitar gunung api terpantau berawan hingga mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat laut. Suhu udara tercatat berkisar 27,9 hingga 29,2 derajat Celsius dengan kelembapan 61–73 persen.
Secara visual, Gunung Anak Krakatau terpantau berkabut pada tingkat 0–III. Sementara itu, asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.
Dari sisi kegempaan, Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau mencatat 3 kali gempa hembusan dengan amplitudo 35–44 milimeter dan durasi 32–51 detik.
Selain itu, tercatat 14 kali gempa low frequency dengan amplitudo 15–43 milimeter dan durasi 7–15 detik.
Aktivitas kegempaan lainnya berupa 21 kali gempa hybrid/fase banyak, dengan amplitudo 18–43 milimeter dan durasi 5–25 detik.
Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 5–20 milimeter dan amplitudo dominan 10 milimeter.
Sementara kondisi laut di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan memiliki ombak dengan kategori sedang.
Dengan status aktivitas Level III (Siaga), Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif guna menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik.
Laporan tersebut disusun Rioboniek Situmorang dan bersumber dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Badan Geologi, PVMBG serta Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau.(***)







