Pemprov Lampung Buka PJJ SMA 2026, 29 Peserta Lolos Seleksi Gelombang Pertama

Altarnews.com—Lampung — Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Lampung mulai menjadi alternatif bagi masyarakat yang sempat terhenti mengenyam pendidikan.

Pada gelombang pertama penerimaan peserta didik, sebanyak 29 orang dinyatakan lolos verifikasi dan akan memulai proses belajar pada tahun ajaran 2026/2027.

Program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang tidak dapat melanjutkan sekolah melalui jalur reguler, baik karena faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi sosial lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengatakan pendaftaran gelombang pertama yang dibuka pada 6–31 Juli 2026 diikuti 35 pendaftar. Setelah melalui proses pemeriksaan administrasi, sebanyak 29 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan.

“Mereka akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai. Ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk kembali memasuki dunia pendidikan,” kata Thomas, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurutnya, jumlah peserta pada tahap awal belum menjadi tolok ukur keberhasilan program. Lebih penting adalah mulai tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap model pembelajaran yang memberikan keleluasaan bagi peserta untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa meninggalkan pendidikan.

“Mayoritas calon peserta merupakan masyarakat yang telah lama meninggalkan bangku sekolah. Sebagian telah bekerja, bahkan ada yang telah berkeluarga, sehingga membutuhkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dibandingkan sekolah konvensional,” ujarnya.

Karena itu, proses belajar dirancang berlangsung secara daring dengan pendekatan yang menyesuaikan kondisi peserta. Pada tahap awal, sekolah dimungkinkan menggelar pertemuan tatap muka terbatas sebagai bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah sebelum pembelajaran sepenuhnya dilakukan secara online.

Sebanyak 29 peserta tersebut, kata dia, tersebar pada empat sekolah penyelenggara PJJ. SMA Negeri 2 Bandar Lampung bertindak sebagai sekolah induk, sedangkan SMA Negeri 1 Gunung Sugih, SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan, dan SMA Negeri 1 Pagar Dewa menjadi sekolah mitra penyelenggara.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung, seperti Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Pesawaran, Pringsewu, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, dan Kota Bandar Lampung. Program ini juga menjangkau peserta dari Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.

Ia menuturkan, seleksi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan, salah satunya calon peserta harus memiliki jeda minimal satu tahun sejak berhenti atau lulus dari sekolah sebelumnya.

“Program ini memang diprioritaskan bagi masyarakat yang pernah terputus pendidikannya. Karena itu, verifikasi dilakukan agar sasaran program benar-benar tepat,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berencana membuka pendaftaran gelombang kedua pada Agustus 2026.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat mengikuti seleksi pada tahap pertama.

Melalui PJJ, pemerintah daerah berupaya menghadirkan jalur pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.

Di tengah semakin beragamnya tantangan sosial dan ekonomi, model pembelajaran yang fleksibel dinilai menjadi salah satu cara untuk memastikan hak memperoleh pendidikan tetap dapat diakses oleh seluruh warga.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *